Pendahuluan: Selamat Datang di Kehidupan Rakyat Biasa!

Kehidupan sebagai rakyat biasa di Indonesia mungkin terdengar sepele, tetapi percayalah, di balik kesederhanaan itu tersimpan kisah-kisah yang kaya akan makna! Di e-book ini, kita akan menelusuri cara menjalani kehidupan dengan segenap suka duka yang menggelitik. Tanpa pretensi, tetapi penuh dengan humor—karena hidup terlalu berharga untuk dihabiskan dengan cemberut!


Bab 1 : Kisah Hidup Sehari-hari

Setiap hari adalah petualangan baru bagi rakyat biasa. Bayangkan, tepat pukul enam pagi, alarm berbunyi. Anda lantas terbangun layaknya superhero, tetapi dengan mata yang masih tertutup. Mengapa harus bergegas? Karena dapur perlu mengeluarkan aroma yang menggugah pagi: nasi goreng sisa semalam (sisa bisa jadi penghemat, bukan?).

Perjalanan menuju kantor atau ke mana pun serasa seperti aksi film laga—menembus kerumunan, dodging kendaraan, dan kadang-kadang ada saja yang meminta.

Kisah Nyata : Banyak di antara kita yang mengalami momen "salah angkat" bis. Bayangkan, jam tujuh pagi, Anda masuk bis yang salah dan baru menyadari setelah terlihat pemandangan laut yang sama sekali tidak ada di rute Anda! Selamatlah, Anda sudah melakukan perjalanan wisata gratis ke tempat yang belum pernah Anda dengar!


Bab 2 : Kuliner Rakyat : Antara Makan Enak dan Hemat

Makanan adalah bagian trickiest dalam kehidupan rakyat biasa. Tentunya, menu sehari-hari tidak lepas dari nasi sebagai sahabat setia. Dengan budget terbatas, setiap orang berusaha untuk mencari makanan yang tidak hanya enak tetapi juga mengenyangkan.

Misalnya, "Ayam Penyet" yang siap menyelamatkan hidup Anda dengan harga yang cukup bersahabat untuk dompet. Anda dapat menikmati sepiring besar nasi dengan sambal yang membuat air mata mengalir sambil tersenyum.

Humor: Satu hal yang harus Anda ingat, saat beli makanan di warung, jangan terlalu sering bertanya, "Berapa harganya?" karena biasanya Anda akan disambut dengan jawaban: "Bisa ditawar, Mbak!" — padahal Anda hanya bisa menawar diskon dengan pandangan atau senyuman pasrah!


Bab 3 : Ekonomi Rakyat : Dari Gaji ke Gaji

Hidup dalam keterbatasan finansial mengajarkan kita banyak hal. Di sinilah teori "gaji bocor" diterapkan. Bagaimana bisa, gaji sebulan bisa hilang dalam sekejap? Mari kita kupas tuntas!

Setelah dipotong pajak dan biaya transportasi, Anda mungkin akan mengalami berbagai kebocoran lainnya, seperti jajan anak, pritilan-pritilan kecil rumah tangga (gas, listrik, air minum, obat nyamuk, sumbangan hajatan, sabun, odol, sikat gigi, dan segudang lainnya.) Oh ya, sudahkah kita juga mikirin cicilan angsuran atau deadline hutang?